Kentang Temanggung

Posted by ReTRo

Kentang


Kabupaten Temanggung merupakan salah satu sentra produksi sayuran dataran tinggi, dengan komoditas utama kentang, kubis, dan cabai. Sayuran ditanam pada lahan yang berbukit-bukit dengan kemiringan lahan dari agak datar sampai terjal. Usaha tani ini telah berlangsung lama dengan pengelolaan yang masih bersifat tradisional sehingga produktivitasnya rendah. Hal ini menyebabkan usaha tani sayuran hanya mampu memberi kontribusi terhadap pendapatan sekitar 10%.

Rendahnya produktivitas berkaitan dengan sempitnya kepemilikan lahan, rendahnya tingkat pendidikan petani,tidak tersedianya teknologi inovatif, rendahnya penguasaan aset, belum berkembangnya kelembagaan dan sistem informasi, kurang tersedianya infrastruktur pendukung, dan lemahnya pemasaran.  Untuk meningkatkan produktivitas sayuran dan kontribusinya terhadap pendapatan, diperlukan introduksi inovasi teknologi yang berbasis sumber daya lokal. Agar inovasi dapat diterima petani dalam jangka panjang, maka inovasi tersebut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

(1) menggunakan komoditas yang telah berkembang di daerah sasaran, (2) mengoptimalkan sumber daya lahan, (3) memiliki keunggulan, efisien, dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani, (4) menggiring terciptanya pasar (driving demand), (5) mudah dikembangkan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak terkait agar langsung dimanfaatkan dan terintegrasi dengan program pembangunan di daerah, (6) mendukung berkembangnya kelembagaan, (7) bersifat holistik, lintas disiplin dan lintas unit kerja, serta (8) sesuai dengan kondisi biofisik setempat.

Berkaitan dengan hal ini, Puslitbang Hortikultura, Puslitbang Peternakan, BPTP dan instansi terkait lainnya mengembangkan sistem usaha tani (SUT) berbasis tanaman sayuran/ pangan-ternak berwawasan konservasi di Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 tahun (2004-2008).

Metode Diseminasi SUT

Kegiatan SUT berbasis tanaman sayuran meliputi pengembangan paket teknologi tumpang sari cabai−kubis dan kentang yang telah diperbaiki untuk skala usaha komersial (3 ha). Penelitian dan pengembangan dilakukan di lahan petani (on farm research) dalam bentuk hamparan. Petani peserta SUT berjumlah 16 orang, masing-masing mempunyai kemampuan dan kemauan memelihara ternak domba, memiliki lahan untuk menanam sayuran, dan bersedia menanam hijauan pakan. Lahan memiliki kemiringan 30-40% untuk pertanaman tanaman pangan. Kemajuan Pengembangan SUT Berbasis Sayuran SUT berbasis kentang melibatkan 8 orang petani kooperator dengan hamparan seluas 1,4 ha (luasan per petani kooperator 1.000-3.000
m2).

Superimposed kentang menggunakan tiga kultivar kentang olahan (Atlantik, Herta dan klon 095) dan satu kultivar kentang konsumsi (Granola). Kegiatan ini dilakukan pada skala luasan 1.000 m. SUT berbasis cabai tumpang sari dengan kubis melibatkan 8 orang petani kooperator dengan hamparan 1,45 ha (luasan per petani kooperator berkisar antara 1.500-3.500 m2). Pada tanggal 28 Februari 2005 telah dilakukan demonstrasi pengolahan kentang dengan melibatkan ibu-ibu/wanita tani. Teknologi pascapanen yang didemonstrasikan antara lain adalah pembuatan keripik kentang putih, keripik kentang kuning dan keripik kentang berbumbu.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, petani menunjukkan minat dan tanggapan yang tinggi terhadap penerapan SUT berbasis sayuran. Petani kooperator relatif masih muda dan sangat kooperatif, sehingga lebih mudah dalam mentransfer teknologi dan kemungkinan mengembangkannya dalam skala yang lebih luas. Secara visual, pertumbuhan tanaman kentang yang dikelola petani relatif baik. Pada kegiatan superimposed, pertumbuhan tanaman kentang sampai umur 60 hari setelah tanam sangat bagus, dan serangan OPT dapat dikendalikan.

Melalui bimbingan dan pengawalan, pengenalan teknologi dan pengendalian hama penyakit cukup berhasil. Hasil kentang kultivar Atlantik mencapai 0,52 kg/tanaman, Herta 0,69 kg/tanaman, Granola 0,71 kg/tanaman, dan klon 0950,47 kg/tanaman. Dari hasil kuesioner, petani lebih menyukai kultivar Granola dan klon 095.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

posts