ANALISA PENDAPATAN DAERAH KAB. HSS TAHUN 2012

Posted by ReTRo

Selasa (31/5) bertempat di Aula Mandapai Bappeda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kab.HSS menyelenggarakan Ekspose Pendapatan Daerah prediksi tahun 2012 yang menjabarkan mengenai Pendapatan Daerah Kab.HSS selama 5 tahun terakhir mulai tahun 2006 s/d 2010.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati HSS Dr.H.M.Safi’i,M.Si, Sekretaris Daerah HSS Drs.H.Achmad Fikry,M.AP, para SKPD, para Kepala Bagian Lingkup Setda HSS serta para Camat se Kab.HSS.

Dalam sambutannya Bupati HSS Dr.H.M.Safi’i,M.Si menyatakan bahwa pada tahun 2009 estimate sebesar Rp.591 milyar, pada tahun 2010 estimatenya naik sebesar Rp.591 milyar, estimate tahun 2011 sebesar Rp.652 milyar, tahun 2012 estimate sebesar Rp.700 milyar dan estimate pada tahun 2013 mendatang mencapai angka sebesar Rp.800 milyar. Beliau mengungkapkan bahwa untuk merealisasikan apa yang sudah diestimatekan dalam APBD dalam RPJMD pada tahun 2009 s/d 2013. Oleh karena itu perlu mengoptimalkan Pendapatan Daerah baik dari sumber-sumber PAD dan sumber-sumber lainnya khususnya dana DAU, DAK dan Dana Perimbangan lainnya. Bupati menghimbau agar mencari titik lemah sehingga bisa mencapai target yang maksimal paling tidak mendekati estimate didalam RPJMD.

Kemudian Bupati mengungkapkan bahwa angka proyeksi APBD tahun 2012 naik 10 % dari proyeksi tahun 2011 sebesar Rp.600 milyar lebih. Dan Beliau berharap kepada semua SKPD agar dapat meningkatkan PAD. Bupati menghimbau kepada jajaran Dinas Kesehatan agar dapat melakukan rasionalisasi perhitungan biaya kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit yang real sesuai ketentuan yang berlaku. Begitu juga dengan Dinas Perhubungan mengenai perparkiran perlu dilakukan perhitungan real jangan sampai ada kebocoran-kebocoran. Kepada Dinas terkait agar bangunan-bangunan maupun tempat-tempat usaha atau jasa supaya ditertibkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku khususnya mengenai perizinan, seperti tempat usaha yang belum memiliki izin agar diberikan layanan berupa penetapan izin yang bisa dilakukan di tempat. Diakhir sambutannya, Bupati mengatakan agar ekspose ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang konkrit sehingga pada tahun 2012 mendatang dapat mencapai target Rp.600 milyar lebih.

Plt. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Kab HSS Drs.H.M.Ideham,M.AP menyampaikan laporannya bahwa sumber Pendapatan Daerah menurut Permendagri nomor 13 tahun 2006 ada tiga sumber yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan (PD) dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah. Perkembangan Pendapatan Daerah tahun 2006 s/d 2010 rata-rata kenaikan sebesar Rp.51.354.387.101,50 atau 13.66%. Dan pada Kontribusi Pendapatan Daerah tahun 2006 s/d 2010 yakni PAD rata-rata 5.53%, PD rata-rata 88.88% dan lain PD yang sah rata-rata 5.58%.

Perkembangan PAD tahun 2006 s/d 2010 rata-rata kenaikannya sebesar RP.5.545.950.393,50 atau 88.32%. Perkembangan PD tahun 2006 s/d 2010 kenaikannya rata-rata sebesar Rp.32.314.165.087,25 atau 9.60%. Perkembangan lain PD yang sah tahun 2006 s/d 2010 rata-rata kenaikannya sebesar Rp.13.494.271.620,75 atau 59.19%.

Pertimbangan Proyeksi tahun 2012 menurut Permendagri nomor 37 tahun 2010 yakni target PAD mempertimbangkan kondisi perekonomian dan realisasi PAD tahun-tahun sebelumnya, terkait Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah berpedoman pada Undang-Undang nomor 28 tahun 2009 dan BLUD penerimaannya dianggarkan pada jenis lain-lain PAD yang sah. Pada PD pencantuman target DBH dan DAU dialokasikan pada tahun anggaran dan realisasi tahun sebelumnya. Dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah yakni Pendapatan Bagi Hasil Pajak Provinsi agar menggunakan pagu tahun sebelumnya.

Proyeksi pada tahun 2012 pada PAD sebesar Rp.42.777.901.000,00, PD sebesar Rp.446.537.497.780,00 dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp.69.414.891.200,00.

Kemudian Drs.H.M.Ideham,M.AP menyatakan bahwa setiap tahun target Pendapatan Daerah mengalami peningkatan yang terimbangi dengan capaian realisasi rata-rata diatas 100%. Selama 5 tahun terakhir masih didominasi transfer pusat diatas 88% sedangkan kontribusi PAD masih dibawah 6%. Beliau berharap kedepannya perlu upaya-upaya untuk memaksimalkan penerimaan PAD dengan mengoptimalkan penerimaan dari sumber-sumber PAD yang ada dan mengoptimalkan penerimaan transfer pusat dengan mengintensifkan koordinasi terkait dengan data-data. (siska_hms)

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment

posts